mereka sepenting itu


beberapa waktu lalu saya sempat menulis bagaimana bahagianya perasaan saya diizinkan masuk ke dalam suatu rumah yang begitu besar dan indah, di sana saya diingatkan bahwa ini bukan sekedar keriaan sesaat, ada tanggung jawab yang akan saya pikul selama bertahun-tahun ke depan bahkan sampai saya harus meninggalkan rumah ini dan memperjuangkan kehidupan saya sendiri nantinya. setelahnya sebagi orang yang asing saya diajarkan tentang peraturan-peraturan yang ada di dalam rumah tersebut terkhusus ruang tamunya, karena ruang itulah tempat setiap anggota rumah akan berkumpul, berbagi, bersama-sama selama bertahun-tahun untuk menjaga dan merawat rumah. oleh para penghuni lama saya dididik untuk sadar bahwa setiap anggota rumah adalah bagian dari diri saya sendiri, baik mereka  yang lebih dulu ada, yang sudah pergi bahkan anggota yang akan datang nantinya. dan setelah ruang keluarga saya diajak masuk ke dalam ruang tidur, kamar tempat sebagian besar waktu saya tercurah, kakak-kakak yang sudah menempati kamar itu terlebih dahulu berusaha mentransfer nilai-nilai tentang kekeluargaan kepada saya dan teman-teman baru lainnya, jujur bagi saya proses ini tidaklah mudah, saya mengeluh dalam hati setiap kali kakak-kakak berusaha mendidik saya, tapi saya tetap berusaha mengikuti masa-masa itu dengan sebaik-baiknya.
banyak hal yang sudah saya alami dalam proses pembelajaran ini, saya diberitahu apa saja peraturan-peraturan yang ada dalam kamar, saya diperkenalkan siapa-siapa saja yang akan sekamar dengan saya juga siapa saja kakak-kakak yang telah menempati kamar lebih dulu dari saya, saya diajarkan bagaimana caranya bertindak sopan kepada siapapun yang saya temui, dan yang terpenting saya diajarkan untuk mencintai kamar ini dan seisi-isinya, setelah bimbingan selama dua bulan, pada proses puncak saya sadar bahwa mereka benar-benar keluarga, saya harus membela mereka saat mereka dihakimi orang lain, saya harus menolong mereka saat mereka terjatuh, saya harus bersama-sama mereka apapun kondisinya, intinya saya harus peduli.

saat ini saya megerti bahwa mereka sepenting itu dalam kehidupan saya selanjutnya,
terimakasih keluarga baru, terimakasih untuk air mata dan suara tawa kita satu malam lalu
saya sayang ADM :')

-namakuYuli♥

rumah, cinta, dan keluarga

retak, pecah, terus jadi berkeping-keping
mungkin itu bisa gambarin gimana jalannya acara PSAK yang baru aja saya lewatin.
acara yang pasti bakal saya inget terus kapapun dan di manapun saya nantinya

Pengenalan Sistem Akademik dan Kemahasiswaan FISIP UI 2013, yang udah dipersiapin dengan matang selama 3 bulan oleh 120an orang-orang keren, buat 988 orang keren lainnya :)

saya tau ini acara berat, ga hanya buat segenap panitia yang terlibat, tapi juga buat kami para peserta, beberapa waktu bersama orang-orang keren itu, saya udah bisa liat, tau, dan ngerasain apa itu peduli, apa itu berbagi, apa itu berpartisipasi

di hari pertama dan kedua yang asik tapi super ngebosenin sebenernya punya nilai dan tujuan besar, mereka ngajarin kami buat mau banyak nanya, mikir kritis, fokus terhadap sesuatu dan selalu ada sama-sama, berpegang tangan di saat tergelap sekalipun.
sedangkan hari ketiga kami diajarin untuk mau peduli kepada orang lain apalagi kalo nasib orang itu ga seberuntung kami, kami diajarin untuk sadar kami anak sosial, kami yang seharusnya ada di garda terdepan saat ada manusia lain yang terenggut haknya, kami dilatih untuk bisa peduli sama angakatan ini, untuk mau neken ego masing-masing dan bantu cari jalan keluar saat masalah terjadi.
dan partisipasi kami dituntut di hari terakhir, saat suatu perjuangan hanya meminta kontribusi beberapa orang, sisanya harus selalu ada untuk mendukungnya, kami diajarin kalo kami akan masuk dalam satu ruang keluarga, dan selayaknya keluarga, ga boleh ada perpecahan di dalamanya, walaupun pemicu perpecahan itu nyoba dobrak masuk dari pintu gerbang, mereka ngajarin kami untuk mau berbagi, dari seteguk air putih sampe waktu dan tenaga untuk ngajarin temen-temen lain supaya bisa sama-sama nyelesain misi kolosal kami, dan akhirnya titik-titik air dari selang pemadam kebakaran itu lunturin semua lelah di tubuh kami, yang ada cuma senyuman bangga dan titik air mata yang jatuh ke pipi sebagai tanda haru karena telah dapet apa yang diperjuangin selama ini, kami masuk ke ruang keluarga, dan disambut, bukan dengan pidato formal, tapi benar-benar disambut dengan senyum, tepuk tangan, dan nyanyian oleh kakak-kakak di dalam rumah, setelah semuanya, tidak ada kami dan mereka, karena FISIP telah menjadi satu kita :')

dan senja hari ini jelas berlalu tidak biasa, ada sukacita seribu orang di sana, ada hangat dan ceria, ada tawa dari gimik-gimik lucu kita, ada nyanyian dan tarian dan yang terpenting, ada keluarga baru!
saya ga mau janjiin sesuatu ke FISIP, tapi  saya janji ke diri sendiri untuk ga akan nyia-nyiain kesempatan ini,
terakhir, terima kasih Bung dan Nona FISIP angkatan berapapun kita yang udah bersedia menjadi  kontributor di acara keren ini, terima kasih karena telah mecatat kisah manis dalam hidup saya, terima kasih untuk pengajaran, kekuatan, ketegasan bahkan bentakan yang semuanya bertujuan untuk menunjukan arah agar saya tidak tersesat di sini.

Dipercepat! Fokus! Padam!
kata-kata itu akan terngiang di telinga beberapa saat ke depan, tapi rasa bangga dan haru hari ini pasti akan selalu teringat di hati karena
Gue Anak Fisip :'))

uli-

yang terlalu indah

gak ada lagi sih selain ucapan syukur dari mulut dan tetes air dari mata yang bisa keluar dari tubuh ini beberapa jam lalu :')

terimakasih banyak Bapa, Tuhan Yesus, Roh Kudus
bukan, sama sekali bukan aku, tapi Kalian yang luar biasa :')
aku ga bisa bales apa-apa selain ucapan terimakasih, dan janji kalo aku ga akan nyia-nyiain kesempatan ini, janji untuk hidup lebih baik setiap harinya..

terimakasih banyak ya Bapa, untuk senyum Pak Tarigan dan Bu Sembiring sore tadi, karenaMu aku bisa ngukir senyum itu, senyum yang selama ini aku perjuangkan mati-matian bersamaMu,
Terimakasih Bapa, Kamu keren, teramat keren \m/

semua penantian selama satu tahun itu sudah di bayar lunas hari ini
:') :') :')

Hai Jaket Kuning Makara Jingga, semoga bisa jadi partner yang baik ya 4 tahun ke depan :'D

♥Yuliana MaBa UI'13

Hae~Bae

Hi June,
maaf baru menyapa di hari terakhir kamu.
Terima kasihku karena telah menutup setengah tahun ini dengan terlalu indah, setengah tahun paling hectic sih seumur hidup, sejauh ini.

Kamu mengajarkan aku untuk merendahkan hatiku serendah-rendahnya, dan tak berapa lama mengharuskan aku meninggikan semangatku setinggi-tingginya.
Hah! Pengumuman UN dan SNMPTN itu memang combo yang juara. Juara dunia. :')

dan selanjutnya, bayak doa-doa yang dilantangkan di bulan esok. Semoga, maksudku, aku percaya Tuhan menjawabnya dengan cara terbaik..

Sekali lagi terima kasih bulan luar biasa!

Bye June
-ulie
Copyright @ incrediblife | Floral Day theme designed by SimplyWP | Bloggerized by GirlyBlogger | Distributed by Deluxe Templates